Karya dengan styrofoam*

Pada halaman ini, kami ingin berbagi indahnya beberapa karya-karya yang dibuat oleh beberapa perajin atau seniman dengan menggunakan gabus /
busa styrofoam*:

Karya Memanfaatkan Limbah styrofoam* Bekas:
Styrobot
(karya Michael Salter, University of Oregon, Amerika Serikat)
Karya Seni, Kerajinan Tangan, Dekorasi Styrofoam - Styrobot
Michael Salter telah membuat gebrakan di dunia seni dengan "Styrobot" ciptaannya, yaitu robot yang terbuat dari styrofoam* yang sudah sempat dipamerkan di galeri-galeri seni di beberapa pelosok dunia, mulai dari daerah Bay Area hingga ke kota seperti Brussels. Karyanya dibuat dengan berukuran kecil: dari yang tingginya 16 inci sampai ke ukuran yang sangat besar yang tingginya 22 kaki (kurang lebih 6,6 meter).

Michael Salter berdiri di tengah-tengah kumpulan besar styrofoam* yang diperlukan untuk menciptakan karya-karyanya.

Suatu hari Michael Salter berjalan melalui lorong gelap di Lawrence Hall, dia melihat sebuah roda dari kursi atau meja yang dibuang begitu saja di pojok lorong, barang rongsok yang lazim dibuang orang lain begitu saja. Akan tetapi bagi Salter, yang berjiwa seni itu, dapat dijadikan benda yang mungkin akan berakhir menjadi karya seninya suatu hari nanti.

Sebagai seorang profesor seni digital di University of Oregon sejak tahun 2005, Salter telah menciptakan bahan perbincangan seru di dunia seni dengan "Styrobot"-nya, yang dipamerkan di California sejak April, menjadi bagian dari acara pameran "Robot: Evolusi dari sebuah Ikon Kebudayaan" yang diadakan Oktober 19, 2008 di Amerika Serikat.
Sayangnya, kreasi unik Salter biasanya dihancurkan karena tidak ada yang membeli atau tidak ada yang dapat menemukan cara untuk mengeluarkannya dari galeri bahkan bila ada yang ingin melakukan pembelian.
"Mereka hancurkan karya saya hingga berkeping-keping, dan beberapa orang menikmatinya serta berkomentar bahwa [kegiatan] itu sangat menyenangkan, ketika turut berpartisipasi menghancurkan karya yang dibuat dengan styrofoam* itu," ujar Salter. Tapi dia mengerjakan semua ini bukan demi uang, dia seorang seniman sejati.

Salter mendapatkan styrofoam* dari teman relasinya serta dari pengumpul rongsokan dan juga terkadang Salter mendapatkan styrofoam*-styrofoam* bekas ini sudah ada di halaman rumahnya dari para tetangga yang baru membeli TV, komputer, kulkas, AC, dll. Pernah ia ditelepon dari perpustakaan yang baru membeli 50 unit komputer untuk memberikan styrofoam* bekas pembungkus komputer tadi sebagai bahan untuk karyanya. Dia juga memperoleh banyak styrofoam* dari pembungkus (packing) mesin pabrik dan sisa-sisa industri elektronik.

Salter memiliki sejarah panjang dalam menggunakan apapun yang ada di sekitarnya, dari barang yang dianggap orang lain tidak berguna dimanfaatkan menjadi barang seni yang mempunyai nilai lebih.
“Salter berpikir bahwa sebenarnya ide yang lebih baik pada akhirnya terus berkelanjutan”.

Sumber: komonews
Domain Blacklist Check